Ibu, Maaf.


Ibu maaf, hingga sekarang aku masih saja membuatmu kecewa. Ada sesuatu yang memang tidak bisa aku sampaikan, ada sesuatu memang yang akan mengguncang hatimu, aku masih belum menjadi seperti apa yang kau mau.

Bahkan Ibu, parahnya aku tidak bisa membuatnya bahagia, aku masih ingin terus membuatnya bahagia meski caranya berbeda kali ini. Ibu, siang tadi aku melihatnya tersenyum. Akupun ikut tersenyum Ibu, entah mungkin akhirnya setelah sekian lama aku bisa melihatnya tersenyum.

Ibu, aku ingin menjadi lebih baik lagi.

Ibu, aku juga ingin pulang ke genggamannya. 

Ibu, tolong doakan aku yang terbaik untuk jalan yang kini aku tempuh.

Ibu, begitu sulit untuk menerima keadaan kini.

Ibu, tidak banyak yang bisa aku ceritakan.

Yang terpenting adalah kau kini selalu melihatku tersenyum dan semua baik-baik saja bukan? Kau tidak perlu mengetahui apa yang sedang aku alami kini, dan kau juga tidak perlu menerima kenyataan bahwa memang aku selalu menangis saat memandangimu terlelap sambil menunggu perkataan itu keluar.

Entah, mungkin bila tiba waktunya kau akan memelukku erat dan aku akan meminta maaf sedalam-dalamnya. 

Ibu, aku yakin kau sangat menyayanginya hingga hampir setiap hari kau menanyakan kabarnya dan keadaannya.


Oesapa, 27 Maret 2022