"Kau tau aku pernah tersesat ? Terlalu jauh untuk kembali pulang saat itu. Hanya berdiam ditempat. Yang kutanyakan hanya satu saat itu, apa aku harus berjalan kembali atau maju melihat apa yang ada didepan. Terlalu takut jauh tersesat saat itu. Beberapa tahun sudah aku berdiam disana, tidak ada yang menolong hanya diam lalu sepi menjadi temanku saat itu. Kau tau ? Pada akhirnya aku memutuskan untuk melangkah maju dari sana dengan penuh keyakinan. Hanya berjalan maju untuk keluar dari sana, tidak tau apa yang aku tuju. Semuanya terlihat sama-sama saja. Setelah sekian lama berjalan akhirnya aku mengetahui apa yang akan aku lakukan untuk keluar dari sini dan aku harus menemukannya. Kau tau apa yang terjadi ? Aku berhasil menemukannya, ya rasa bahagia itu. Lalu bukan lagi sepi menjadi temanku, kutinggalkan dia dibelakang, tak peduli jika dia akan membenciku. Aku hanya bahagia mengetahui apa yang akan aku tuju dan ini adalah tujuan terakhirku.
Apa kamu tau apa yang aku tuju ? Kamu."Sepucuk surat yang terkirim padamu,
Aku menulis sebisaku.
Padamu aku perkenalkan,
Syair-syair yang tak beraturan.
Lalu esoknya,
Amplop coklat itu datang.
Surat itu diterima,
Lalu diantar dengan tulusnya,
Bahagia.
Padamu pengirim amplop coklat beserta isinya,
Aku ucapkan selamat malam!
Terima Kasih telah menjadi tujuanku yang terakhir.
