kita tetap membenci air mata tiada kabar tiada berita meski senja tak slalu tampak jingga aku terus merindukanmu
-Silampukau-Puan Kelana
Sayang, pernah aku berjanji
Mengajakmu,
Untuk melihat matahari meninggalkan tempatnya
Untuk meracik kopi dengan tanganmu sendiri
Untuk berdua bersama bercerita tentang apa-apa yang ada
Kukatakan sayang,
Maaf.
Kugagalkan janji tersebut
Kugagalkan matahari yang harus dilihat
Kugagalkan semuanya itu
Ah sungguh indah sepertinya sore nanti,
Sore yang akan ada di kepala kita saja
Aku pamit sayang,
Meninggalkan nyamannya perkotaan
Meninggalkan indahnya senja bersamamu
Meninggalkan hujan yang selalu hadir saat bersamamu
Kutitipkan kamu pada sore, kopi dan matahari terbenam
Langit masih sama sayang, tatap saja keatas
Hujan pasti hadir tiap saat
Bukannya hujan penghantar rindu yang baik ?
Begitukan katamu.
ah. kau puan kelana mengapa musti kesana jauh-jauh puan kembara sedang dunia punya luka yang sama
