Aku Lagi-Lagi

Apa yang lebih indah dari pagi di muka tenda ?

Apa yang lebih indah dari gundukan awan di muka tenda ?

Apa yang lebih indah dari kopi di muka tenda ?

Lalu,

Apa yang lebih indah saat bersamamu ?


Baru saja, aku lalu dia berjumpa di sela malam.

Aku yang ingin berjumpa denganmu,

Melihat senyummu,

Mendengar ceritamu,

Lalu bertegur sapa dengan hujan bersama-sama.


Lagi, waktu tak mengizinkan. 

Karena Maha Pemilik Segalanya-pun tidak mengizinkan kita berjumpa lebih lama malam tadi.


Hari ini seperti hantaman keras bagimu

Terlihat mimik wajah dan gerak-gerik tubuhmu mengeluhkan sesuatu

Mari, akan kudengar dengan senang hati keluh kesahmu sayang.


Kau pulang,

Aku tidak,

Aku lebih memilih berbagi keluh kesahku kepada secangkir kopi

Aku lebih memilih bertanya dalam kesendirian

Aku lebih memilih berteriak pada gelapnya malam


Aku lagi-lagi,

Merasa ketakutaan akan kehilangan, karena

Aku bukan pemberi saran terbaik,

Aku bukan pemberi cerita terbaik,

Aku bukan seseorang yang idealis,

Aku bukan seseorang yang menghibur,


Kuharap kau menerima apa adanya aku,

Kuharap orang-orang, dunia bahkan semesta mengetahui bahwa,

Aku lalu kamu bahagia bersama.

Begitukan harapanmu juga ?