Payung Teduh-Di Atas Meja
Mengapa takut pada lara ?
Sementara semua rasa bisa kita cipta?
Akan selalu ada tenang di sela-sela gelisah
Yang menunggu reda
Ah,puan.
Berangkatlah esok engkau
Bersama orang-orang kota
Dengannya
Para penikmat manisnya sirup
Bisakah aku berada disampingmu?
Tentu tidak saat itu, puan.
Aku harus terbaring diruangan ini
Cukup untuk mengistirahatkan penatku
Ketakutanku,
Kekhawatiranku,
Menjelma begitu hebatnya
Lebih baik kau mendaki gunung-gunung disana
Lebih baik kau memanjat tebing-tebing tinggi
Lebih baik kau bersama para penikmat pahitnya kopi, sayang.
Karena alam dan seisinya mengajarkan apa yang orang kota tidak miliki.
Sayang, aku percaya akan kamu
Hanya jagalah dirimu baik-baik
Karena kamu mahkota
Bagi Ayah-Ibu-dan Aku.
Kita menjelma pagi dingin
Yang dipayungi kabut