Tuan Terburuk

Kopi dipagi hari, kali ini benar-benar kopi, kopi yang aku giling sendiri dari biji menjadi bubuk. Tertulis dikemasan alumuniumnya 100% Arabica, dia selalu berhasil membuat hari-hari menjadi lebih bermakna dan patut dijalani. Alunan lagu dari Nosstress-Ya Kamu berhasil pula membuatku menjadi manusia paling bersantai di Minggu pagi. Dari kamar terlihat ibunda sedang membaca entah apa yang dibaca tapi ibunda terlihat semangat dipagi ini. 

Terbangun dari mimpi semalam, bingung lalu resah entah apa yang dialami, entah mimpi atau nyata semalam, entah bangun atau tidak. 
Begini ceritanya, aku mendapatkan telepon dimalam hari, padahal baru saja aku menyalakan laptop menyeduh "kopi" sachet lalu menyetel satu buah lagu tidak ingat lagu apa yang aku alunakan, lagu untuk melengkapi malam-malam itu, ah lengkap rasanya kupikir lagu-"kopi"-kamu yang menelepon. Kuangkat teleponnya, lalu seketika hati yang tenang kini menjadi resah, suara tangisan terdengar lalu aku bingung 

"Ada apa ?" Pikirku dalam hati

Aku masih saja terdiam mendengar suara tangisannya, sungguh bingung untuk melakukan apa-apa, entah untuk menyuruhnya tidak menangis atau terus mendengar tangisannya. Kutanya saja padanya

"Ada apa? Kenapa?" tapi dia tidak menjawab

Entahlah, akhirnya aku mendengarkan saja isak tangisnya, Ah sayang, jika saja aku berada disana mungkin seketika aku akan memelukmu kubiarkan kau menumpahkan air matamu pada pelukanku. Mungkin aku tuan yang terburuk, karena disaat nonanya bersedih aku tidak ada disebelahnya. Malam tadi entah benar malam atau hanya mimpi aku menjadi manusia paling terburuk yang pernah ada, karena aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, bodoh rasanya. Mungkin jika aku manusia lain, dia sudah datang menghampirimu, tapi aku ya aku sayang. 

Kopi dipagi hari, kali ini benar-benar kopi yang aku giling dari biji menjadi bubuk, alunan lagu Banda Neira-Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti menjadikan di pagi ini menjadi sesi penyesalan terhadap diri sendiri dan evaluasi terhadap diri sendiri.




Kutanya padamu, sayang

Apakah aku tuan yang terburuk ?


Tertinggal sudah aku,

Pada mereka yang ada,

Pada kamu yang bersedih,


Nyata atau tidak,

Tetap saja aku yang terburuk,

Aku kalah pada mereka-mereka


Terlelap,

Sedang kamu bersedih.


Terbangun,

Sedang kamu bermimpi.


Maaf kualunkan padamu

Aku tuan yang terburuk