Ini adalah puisi yang dijanjikan
Semesta memiliki caranya sendiri
Tentang bagaimana ia mempertemukan kita
Kuhaturkan syukur padaNya
Pada Yang Maha Mengatur Segalanya
Aku dimasa abuku
Sedang kamu dimasa merahmu
Aku menebas batang pohon pisang itu
Sedang kamu menggunakannya
Aku berwarna hijau
Sedang kamu kuning
Aku sendiri, berharap akan kamu
Sedang kamu bersamanya
Kini-ku kenakan celana sobek-sobek kusam
Sedang kamu memulai perjalananmu di abu-abu
Semesta memiliki caranya sendiri
Tentang bagaimana ia mempertemukan kita
Kuhaturkan syukur padaNya
Pada Yang Maha Mengatur Segalanya
Aku dimasa abuku
Sedang kamu dimasa merahmu
Aku menebas batang pohon pisang itu
Sedang kamu menggunakannya
Aku berwarna hijau
Sedang kamu kuning
Aku sendiri, berharap akan kamu
Sedang kamu bersamanya
Kini-ku kenakan celana sobek-sobek kusam
Sedang kamu memulai perjalananmu di abu-abu
takdir mempertemukan kita pada akhirnya
karena aku lalu kamu
karena aku lalu kamu
adalah satu
