Satu

Ini adalah puisi yang dijanjikan 

Semesta memiliki caranya sendiri
Tentang bagaimana ia mempertemukan kita 

Kuhaturkan  syukur padaNya   
Pada Yang Maha Mengatur Segalanya 

Aku  dimasa abuku 
Sedang kamu dimasa merahmu 

Aku menebas batang pohon pisang itu 
Sedang kamu menggunakannya 

Aku berwarna hijau 
Sedang kamu kuning  

Aku sendiri, berharap akan kamu 
Sedang kamu bersamanya 

Kini-ku kenakan celana sobek-sobek kusam 
Sedang kamu memulai perjalananmu di abu-abu


takdir  mempertemukan  kita pada akhirnya 
karena aku lalu kamu
adalah satu