Tuan-Puan


Maka inilah
yang dicari dalan setiap keadaan
Kaki yang kembali kulangkahkan
Menuju tempat yang ingin selalu kutuju
Dalam waktu yang singkat
Lalu perjalanan yang masih panjang
Kusempatkan untuk suasana ini
Kusempatkan duduk lalu menulis

Sesaat sebelum beranjak
Sang puan memeluk tuannya erat
Tuan hanya terdiam
puan memberi kata-kata
Tuan hanya terdiam
Puan menatapnya
Tuan hanya terdiam
Dalam gelap tuan melihat puannya
Puan melambaikan tangannya
Tuan mulai mengambil perannya
Air matanya keluar
Hatinya khawatir hebat
Puan beranjak
Tuan beranjak
Ke rumahnya
Puan lebih dulu beranjak
Tuan mulai menyusulnya

Pada hari ketiga
Tuan mulai pulang
Puan masih disana
Tuan duduk menulis disana
Puan-pun duduk disana
Disana Tuan merindu hebatnya
Tuan seketika ingat lambaiannya
Pada kota yang selalu ingin ia jumpa
Ia berdoa
Ia merangkai kata
Hanya untuk puannya
Puan, Tuanmu rindu

Aku rindu.
       -Yogyakarta, 17 Juni 2018