Kala itu di tepi jalan pusat kota
Manusia ini berdiri seorang diri
Entah apa yang dicarinya
Hanya ingin mendamaikan hatinya
Ia yang kabur dari realita hidupnya
Singgah dikota yang penuh dengan cerita
Karena ia tahu, ia yang lainnya pun tidak disana
Ia pergi,
Lalu, sebelumnya ia tidak pernah menyadari
Bahwa hari itu adalah pertemuannya yang terakhir
Namun tidak benar-benar terakhir
Hanya berpelukan dan menitipkan pesan singkat
Air mata tidak menampakan dirinya saat mereka berpapasan
Namun, saat ia membalikan badannya
Tidak juga ditampakan air matanya
Karena ia tidak tahu kalau itu adalah perpisahan untuk waktu yang lama
Dari Stasiun,
Ia pergi.
Dan ia-pun beranjak menaiki kereta
Yang satu kembali menikmati kota tersebut
Yang satu pergi meninggalkan kota
Berdiam diri ia di pinggir jalan
Menunggu kereta melewat
Tidak tahu jika kereta tersebut berpenumpang atau tidak
Hanya memastikan, kalau ia telah pergi dari kota
Kereta-pun melewat
Tidak tahu ia disana atau tidak
Yang ia tahu, bahwa kelak akan berjumpa lagi
Nyatanya tidak, hingga kini.
Ia langkahkan kakinya menyusuri kota
Dilihatnya para pedangang-pedagang
Dibelinya dagangannya
Untuk diberikannya kepada temannya
Lalu, berdiam di pinggir jalan
Hingga malam.
Dan di malam tersebut baru-lah terfikirkan
Bahwa itu adalah dekapannya yang terakhir
Untuk waktu yang lama, kita akan kembali saling mendekap
Ibunda, jika saja aku tahu itu adalah perpisahan untuk waktu yang lama. Mungkin aku akan mendekapmu lalu mengucurkan air mata. Ibunda aku rindu. Cepatlah pulang, ibunda. Malam demi malam yang aku lalui kini hanya dengan alunan lagu dan sebatang rokok yang aku hisap. Aku rindu dengan malam dimana engkau tersenyum dan mengoceh kepadaku. Kini pagi yang aku lalui hanya dengan kopi lalu lamunan yang hebat. Aku rindu dengan pagi dimana engkau membangunkanku bak seorang prajurit yang akan perang dan hidangan sarapan darimu. Kemana lagi aku harus lantunkan dekapanku ? Cepatlah pulang, anakmu rindu.
Di pinggir jalan kota kala itu, ia menyadari bahwa itu adalah perpisahan untuk jangka waktu yang lama
Ditulis di : Bandung, 10 Oktober 2018
Mengingat : Yogyakarta, 4 Agustus 2018
