Dahulu memang, aku yang bersandar di bawah pepohonan
Menghisap satu bahkan dua puluh tembakau
Dengan secangkir bahkan dua cangkir lebih kopi
Lalu dengan kertas dan pena bersandar pula di pahaku
Menulis selagi menunggu
Malam itu tidak ada api yang menyala di muka tenda
Berfikir tentang puncak lalu jalan pulang menuju rumah
Tentang kita yang tidak saling mendoakan
Hanya aku yang mendoakan
Sedang kau mendoakannya
Dahulu memang, aku yang berbaring dibalik ilalang
Kini,
Aku yang mendoakannya
Dan ia pun mendoakanku
Api pun menyala di muka tenda
Kita berjalan bersama
Saling bergandengan
Bawalah aku pulang, pada angin lembahan
Pada awan awan yang berada dibawahku
Api dimuka tenda
Dialog-dialog yang ada tentang kita
Dan Bawa aku pergi,
Dari masa lalu mu
Dari masa lalu ku
Ada yang mengancam
Dari masa lalu ku
Maupun milikmu
Bergadenglah, hingga nanti.
Bandung, 21 November 2018