Kembalinya Sang Pejalan

Sang pejalan mulai hilang kendali

Ia hilang akal kali ini

Terjatuh ia dalam kendali duniawi

Pada sesuatu yang fana

Pada dosa


Sang pejalan lupa dengan matinya

Dengan hidup abadinya

Juga dengan tujuannya

Apalagi dengan makna ia dihidupkan

Jatuh ia dalam gelap


Mengertilah bahwa ia sedang hilang akal

Ia menikmati hidupnya

Sekali-kali

Lalu kembali mengingat matinya

Pada sesuatu yang abadi 

Bukan lagi yang fana


Kemarin ia pulang kepada rumahnya

Kepada rimbun pepohonan,

Kepada suara aliran sungai

Kepada sepi dan sunyi


Tertidur ia sedang yang lain berdialog

Didepan api unggun yang menyala terang

Api yang membakar daging-daging dan juga sepi

Setelahnya terbangun dan membayangkannya; Ia yang dibakar disana.


Sang Pejalan kembali ke kota

Menangis

Merenung

dan Bangkit cepat

Ia terlalu dalam jatuh dalam kefanaan

Ia kini kembali merangkak,

Menuju kekekalan.

Menebus dosa-dosanya

Menghapus semua nafsu duniawinya

Sang pejalan kini tertidur dengan tangisan yang tak kunjung usai.