Kembali kepada langit yang beku
Kita atau kamu yang mempermainkan waktu
Pada malam tanpa api di muka tenda
Kita atau kamu yang berjanji selalu bersama
Satu demi satu pergi menghantam kabut
Berjalan tanpa kompas maupun peta ditangan
Bermodal keberanian dan kepercayaan
Hujan yang terus menerus turun menghujat
Badan kembali panas karenanya
Kita atau kamu yang kembali kesana
Bergandengan kita ke puncak-puncak
Meneguk satu cangkir kopi bersama-sama
Diputar-putar cangkir itu dalam lingkaran
Lingkaran yang katanya rapuh oleh waktu yang dipermainkan
Lingkaran yang menurut kita atau kamu sama kuatnya
Dengan yang dahulu.
Lalu Pangkaja yang menyinari pagi-pagi di sela dingin
Dan Dhinakara yang menghangatkan bunga-bunga yang baru bangun dari tidurnya
Kemudian, Pangkaja Dhinakara yang hadir sebagaimana mestinya.
(11 dari 21 manusia yang mengalami titik terendah bersama-sama)
Yogyakarta, 25 Desember 2018
Kita atau kamu yang mempermainkan waktu
Pada malam tanpa api di muka tenda
Kita atau kamu yang berjanji selalu bersama
Satu demi satu pergi menghantam kabut
Berjalan tanpa kompas maupun peta ditangan
Bermodal keberanian dan kepercayaan
Hujan yang terus menerus turun menghujat
Badan kembali panas karenanya
Kita atau kamu yang kembali kesana
Bergandengan kita ke puncak-puncak
Meneguk satu cangkir kopi bersama-sama
Diputar-putar cangkir itu dalam lingkaran
Lingkaran yang katanya rapuh oleh waktu yang dipermainkan
Lingkaran yang menurut kita atau kamu sama kuatnya
Dengan yang dahulu.
Lalu Pangkaja yang menyinari pagi-pagi di sela dingin
Dan Dhinakara yang menghangatkan bunga-bunga yang baru bangun dari tidurnya
Kemudian, Pangkaja Dhinakara yang hadir sebagaimana mestinya.
(11 dari 21 manusia yang mengalami titik terendah bersama-sama)
Yogyakarta, 25 Desember 2018
