Pernah aku berjalan menuju rumah, sekali-kali aku berlari
dari apa ?
Pernah juga aku mendaki sendirian, siang hari lalu malam hari juga
Untuk apa ?
Lalu aku juga pernah menangis tersedu-sedu, menyeka air mata dengan tisu kering
Kenapa ?
Aku juga pernah mendaki tapi tidak sampai pada titik tertinggi
lalu pulang dengan tangisan
Tanpa tahu apa yang ditangisi, tentu bukan aku tidak sampai dipuncak hanya saja, tidak tahu untuk apa menangis
yang dikatannya:
"Tinggalah untuk sementara, aku hanya mengembara dan akan kembali"
Kemudian ia pergi, meninggalkannya untuk mengembara dengan janji yang dikatakannya sebelum pergi
Menuju Slamet lalu Gede lalu Sumbing kemudian Ciremai dan selanjutnya Semeru
yang dikatakannya:
"Beginilah liburanku, beginilah aku mengembara, beginilah aku membunuh waktu, tidak dengan pantai tidak dengan prasasti tepat di atas karang disisi pantai, tidak dengan jalan dari candi, tidak dengan legian lalu tidak juga dengan patung raksasa lalu orang-orang kota hanya kopi dan rokok"
Aku pernah berjalan menuju rumah, sekali-kali berlari dari sepi yang terus mengejar lalu cepat kembali
Pernah juga aku mendaki sendirian, siang hari lalu malam harinya untuk cepat bertemu
Lalu aku juga pernah menangis tersedu-sedu, menyeka air mata dengan tisu kering karena terlalu jauh
Dan akan mengembara sendirian menuju kedai kopi dimana disatukannya antara kopi buku dan cinta, ah jogja.
dari apa ?
Pernah juga aku mendaki sendirian, siang hari lalu malam hari juga
Untuk apa ?
Lalu aku juga pernah menangis tersedu-sedu, menyeka air mata dengan tisu kering
Kenapa ?
Aku juga pernah mendaki tapi tidak sampai pada titik tertinggi
lalu pulang dengan tangisan
Tanpa tahu apa yang ditangisi, tentu bukan aku tidak sampai dipuncak hanya saja, tidak tahu untuk apa menangis
yang dikatannya:
"Tinggalah untuk sementara, aku hanya mengembara dan akan kembali"
Kemudian ia pergi, meninggalkannya untuk mengembara dengan janji yang dikatakannya sebelum pergi
Menuju Slamet lalu Gede lalu Sumbing kemudian Ciremai dan selanjutnya Semeru
yang dikatakannya:
"Beginilah liburanku, beginilah aku mengembara, beginilah aku membunuh waktu, tidak dengan pantai tidak dengan prasasti tepat di atas karang disisi pantai, tidak dengan jalan dari candi, tidak dengan legian lalu tidak juga dengan patung raksasa lalu orang-orang kota hanya kopi dan rokok"
Aku pernah berjalan menuju rumah, sekali-kali berlari dari sepi yang terus mengejar lalu cepat kembali
Pernah juga aku mendaki sendirian, siang hari lalu malam harinya untuk cepat bertemu
Lalu aku juga pernah menangis tersedu-sedu, menyeka air mata dengan tisu kering karena terlalu jauh
Dan akan mengembara sendirian menuju kedai kopi dimana disatukannya antara kopi buku dan cinta, ah jogja.
