Ia membuat satu buah lukisan
Tanpa kanvas, tanpa cat dan tanpa kuasnya
Menggambar ia pada udara-udara sambil tersenyum sendiri
Sekali-kali ia menangis
Berdiri ia seharian di savana dengan anginnya yang kencang
Teriknya matahari danpun kenangan yang dimilikinya
Melukis ia pada udara-udara disana sambil menangis
Yang lain mengira ia sudah hilang akalnya
Ia tertawa terbahak-bahak
"Lihat lukisanku! Tidak ada bentuk!"
Kini hujan turun derasnya ia masih berdiri disana
Melukis ia pada udara-udara disana sambil menggigil
Kemudian datang satu orang pujangga kepadanya ia bertanya
"Tuannya melukis apa ?"
Menoleh ia kepada pujangga
"Aku melukis diriku, ini aku dan hanya aku yang mengetahuinya dan tidak berbentuk! Kutanya padamu wahai pujangga, pernahkah kau berada disatu lingkaran dan merasa bahwa kau tidak ada dan perkataanmu tidak didengar sama sekali ? Itu aku!"
Kekasih, aku pulang.
Tanpa kanvas, tanpa cat dan tanpa kuasnya
Menggambar ia pada udara-udara sambil tersenyum sendiri
Sekali-kali ia menangis
Berdiri ia seharian di savana dengan anginnya yang kencang
Teriknya matahari danpun kenangan yang dimilikinya
Melukis ia pada udara-udara disana sambil menangis
Yang lain mengira ia sudah hilang akalnya
Ia tertawa terbahak-bahak
"Lihat lukisanku! Tidak ada bentuk!"
Kini hujan turun derasnya ia masih berdiri disana
Melukis ia pada udara-udara disana sambil menggigil
Kemudian datang satu orang pujangga kepadanya ia bertanya
"Tuannya melukis apa ?"
Menoleh ia kepada pujangga
"Aku melukis diriku, ini aku dan hanya aku yang mengetahuinya dan tidak berbentuk! Kutanya padamu wahai pujangga, pernahkah kau berada disatu lingkaran dan merasa bahwa kau tidak ada dan perkataanmu tidak didengar sama sekali ? Itu aku!"
Kekasih, aku pulang.
