"kita berangkat ?" Kataku
"tentu" Kata Sabil
Kita berangkat menuju terminal sesaat setelah memutuskan untuk menggunakan ojek online. Sebelumnya kita melaksanakan upacara pelepasan. Hanya ada beberapa orang disana yang datang saat upacara pelepasan. Tidak seperti yang dibayangkan hari sebelumnya. Di dalam mobil tidak ada percakapan yang serius kita hanya sama-sama menatap jalan yang dipenuhi kendaraan-kendaraan saja.
Di terminalpun sama kita hanya menghisap rokok sambil menunggu bus tersebut berangkat. Tidak ada percakapan serius diantara kita, karena memang tidak ada bahasan serius sama sekali lagipula apa yang harus dibahas jika persiapan kita sudah hampir 100%.
Kita berangkat menuju Wonosobo, diperjalanan masing-masing dari kami sibuk dengan telepon genggamnya.
Kemudian sekitar setengah jam bus berhenti guna menambah penumpang disekitar Cibiru, kita masih sibuk dengan telepon genggamnya masing-masing
Bus pun kembali bergerak menuju Wonosobo, kita masih sibuk dengan telepon genggam masing-masing
Adit berdiri dan bertanya "Mana sabil ?"
"Tadikan duduk disana" kataku
"gak wik" Kata adit sambil mencoba menelfon Sabil
Telepon genggamnya berbunyi disebelah Adit dimana posisi duduk Sabil berada.
"Lah, gak dibawa!" Ucap kita berdua.
Adit segera berdiri lalu berjalan menuju bagian depan bus guna memberitahu supir bahwa ada satu penumpang yang tertinggal. Tidak lama bus pun berhenti.
Aku berdiri dari tempat dudukku dan melihat kedepan mencari Adit, Adit tidak ada.
Aku melihat ke layar telpon genggamku dan mencari nomor telepon Adit dan telponnya berdering dikursi dimana Adit duduk.
"Belum sampai di hutan udah ada yang hilang!" Kataku dalam hati.
Aku memutuskan untuk kembali duduk saja karena bus masih dalam keadaan berhenti dan berdoa kalau ia tidak benar-benar hilang di kota, tidak keren sama sekali.
Setelah lima menit berlalu. Adit datang dengan tawanya, aku beridiri. Aku melihat Sabil datang dengan nafas yang ngos-ngosan,
"Aku lari mengejar bus sedari tadi!" katanya, dan "Kenapa gak ada yang berbicara kepada supir kalau aku tidak ada!" Lanjut Sabil.
"kita gak sadar" Kataku.
Maka dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwasannya telpon genggam dapat menjadi masalah besar. Pernahkah mendengar kutipan "Mendekatkan yang Jauh Menjauhkan yang Dekat"?
Untungnya Adit saat itu Adit cepat mengalihkan perhatiannya dari telpon genggamnya jika tidak ? Sabil akan mengejar bus tersebut hingga Wonosobo.