satu dua tiga kita menghitung,
tanpa alat bantu apapun, kita menhitung,
hingga malam, kau tertidur, aku melanjutkan.
empat lima enam aku menghitung,
kini sendiri,
hingga pagi aku menghitung.
entah apa yang aku hitung,
yang aku tahu aku menghitung untukmu,
agar kelak menghasilkan.
hingga kini aku tidak tahu apa yang kulakukan,
yang aku tahu aku tidaklah kaya,
pun dengan sesuatu yang menghasilkan,
dan aku tidak kreatif.
akupun tidak pandai menulis,
begitu juga dengan berkata-kata,
kadang aku menjiplak,
aku iri.
aku tidak punya ide,
pun untuk menghasilkan sesuatu,
tapi sudah ada yang memulai,
kreatif yah, aku iri.
dengannya ia berbincang,
panjang lebar, hingga mendapatkan sesuatu,
darinya.
aku tidak punya apa-apa,
aku hanya bisa menghitung,
dan tidak pandai,
oh,
aku juga bisa menulis,
tapi tidak bagus,
oh,
aku juga punya kebun,
tapi tidak terkenal,
oh,
aku bisa menyanyi,
tapi tidak bagus,
dan yang terakhir,
aku bisa menangis,
tapi tidak ada yang tahu.
tujuh delapan sembilan,
aku masih menghitung agar cepat selesai,
dan menjadi manusia.
tanpa alat bantu apapun, kita menhitung,
hingga malam, kau tertidur, aku melanjutkan.
empat lima enam aku menghitung,
kini sendiri,
hingga pagi aku menghitung.
entah apa yang aku hitung,
yang aku tahu aku menghitung untukmu,
agar kelak menghasilkan.
hingga kini aku tidak tahu apa yang kulakukan,
yang aku tahu aku tidaklah kaya,
pun dengan sesuatu yang menghasilkan,
dan aku tidak kreatif.
akupun tidak pandai menulis,
begitu juga dengan berkata-kata,
kadang aku menjiplak,
aku iri.
aku tidak punya ide,
pun untuk menghasilkan sesuatu,
tapi sudah ada yang memulai,
kreatif yah, aku iri.
dengannya ia berbincang,
panjang lebar, hingga mendapatkan sesuatu,
darinya.
aku tidak punya apa-apa,
aku hanya bisa menghitung,
dan tidak pandai,
oh,
aku juga bisa menulis,
tapi tidak bagus,
oh,
aku juga punya kebun,
tapi tidak terkenal,
oh,
aku bisa menyanyi,
tapi tidak bagus,
dan yang terakhir,
aku bisa menangis,
tapi tidak ada yang tahu.
tujuh delapan sembilan,
aku masih menghitung agar cepat selesai,
dan menjadi manusia.
Bandung, 11 September 2019