Terdampar di pulau dimana semuanya berbeda,
Tinggal di tanah tuan yang tidak sedarah,
Bergantung pada tumbuhan yang beranugerah,
Dua tahun kami tinggal di tanah tuan.
Dialog tiap malam tentang esok hari,
Merealistiskan semua ekspektasi,
Dengan keadaan yang minimalis,
Berusaha menjadi perfeksionis.
Tahun pertama digemari masyarakat,
Tahun kedua ditinggal yang lainnya,
Kini menuju tahun yang ketiga,
Dimana semua yang pergi kembali mengetuk rumah.
Ditiap paginya kami selalu berdoa,
Menjadikan hari ini sesuai harapan,
Dengan mengucapkan Bismillah,
Pintu depan rumah kami buka.
Menuju tahun ketiga semuanya indah,
Dengan ekspektasi yang diucapkan,
Kemudian direncakanakan menjadi realita,
Dikit demi sedikit sudah terlihat.
Bismillah
Kupang, 15 Juli 2020
