8

Bagaikan benang yang kusut,
sulit untuk kembali lurus, 
sesulit itukah sebuah perjalanan?

Layaknya ampas jagung, 
ditutupi dengan kemasan kopi, 
aku baik-baik saja.

Pintu ini entah kenapa harus tertutup, 
Menahan semua yang ada didalamnya, 
ditaruh dimana jika isinya keluar?

Benih-benih yang ditanam sudah mulai tumbuh, 
Tapi ia masih saja merenung,
tepat di hadapan benih itu. 

katanya berkebun bisa menyejukan hati, 
tapi kenapa aku menangis?