Saya pernah berharap untuk menjadi seseorang yang begitu berarti. Hingga saat ini terkadang hal tersebut masih ada dibenak. Entah mengapa, setiap perasaan itu muncul, saya selalu menjadi orang yang hilang harapan. Pasalnya, mungkin sekarang saya sudah tidak sama sejak dahulu. Seiring usia bertambah, seiring tanggung jawab yang membesar, seiring pemikiran yang meluas, saya harus menelan pahit-pahit harapan tadi.
Sekarang saya selalu berfikir, saya tidak mempunyai hak untuk merasa menjadi seseorang yang berarti untuk seseorang. Betul, bagaimanapun juga saya bukan siapa-siapa. Semua orang memiliki masalahnya masing-masing dan untuk apa kita memaksakan menjadi seseorang yang berarti untuk seseorang ?
Hidup dalam pengharapan tersebut membuat saya merasa selalu ditinggalkan. Meskipun kita selalu menjadikan seseorang menjadi berarti, belum tentu kita menjadi seseorang yang berarti untuk seseorang bukan ?
Hidup tidak serumit itu, ada sesuatu yang bisa kita kendalikan dan ada yang tidak. Hanya tinggal kau pilah dan sisanya menjadi urusan orang lain. Jangan jadikan urusan orang lain menjadi urusanmu.
Jangan jadikan urusan orang lain menjadi urusanmu.
Mungkin ada waktunya dimana saya bisa melihat lebih luas lagi.
Oesapa, 30 Januari 2022