Yah, saya kira malam dimana pertandingan bola ditelevisi hadir dengan tim favoritnya yang bermain, biasanya aku maupun dia sama hebohnya untuk saling mengomentari. Nyatanya saya sekarang hanya melamun menatap langit-langit kamar dan sesekali melihat ke layar televisi untuk mengecek skor pertandingan.
Hingga sekarang saya masih berfikiran yang tidak-tidak. Kenapa saya selalu memaksakan sesuatu, maksudnya seperti hal ini saja, sudah tahu keadaannya tidak ada untungnya melihat pertandingan ini, tapi tetap saya tonton dengan harapan ada perbedebatan tentang pertandingan tersebut. Kemudian, saya tahu kalau memang sesuatu tidak selalu berjalan seperti harapannya. Tanpa diketahui, saya mengharapkan sebuah dompet atau jam tangan, tapi kenyataannya Tuhan memberikan saya yang lainnya. Selama apapun itu jika saya mendapatkan sebuah pemberian saya selalu bersyukur masih ada seseorang yang ingat kepada saya. Yasudah, yang penting saya sudah berusaha, sisanya gimana yang di Atas.
Kau tahu ? kadang saya berfikir mungkin posisi saya sudah diujung tanduk dengan berbagai kesalahan yang saya buat berulang-ulang kali. Mungkin parahnya lagi posisi saya sedang terancam dengan yang lainnya. Entahlah, apapun itu saya selalu bersiap dengan apapun yang ada di depan sana. Namun, saya selalu berdoa untuk selalu menerima apapun dan berusaha yang terbaik untuk sesuatu yang sedang saya jalani hari ini.
Ibunda, cepat lekas sembuh. Aku sayang ibu selalu.
Bandung, 26 Februari 2022