Kapal itu akhirnya berlabuh kembali sayang.
Ia tidak mau lagi mengangkat jangkar dan kembali berlayar.
Terlalu dini, kapal ini kembali rapuh.
Begitu serunya.
Kapal itu kembali berlabuh pada pelabuhan yang telah berhasil dibangunnya saat ia sudah siap membangun satu buah kapal.
Pelabuhan itu milik mereka sayang. Milik dua sejoli yang katanya akan menghalau badai apapun yang ada di lautan luas sana.
Iya, mungkin kini pelabuhannya milikku seorang
Sambil ia menghisap sebatang rokok yang sudah hampir habis dan kopi yang tinggal ampasnya saja.
Ia menunggu untuk akhirnya terbangun kemudian kembali membangun kapal dan berlayar sendiri ke lautan lepas sana.
Sayang, Kau tahu sudah hampir satu bulan ia terduduk dan memandangi kapal tersebut. Katanya
Aku bingung, harus ku tenggelamkan atau harus ku bangun lagi kapal ini
Ia sudah berada di tahap terakhir sebelum akhirnya kapal ini berlayar ke lautan lepas. Jika kau tahu kapal ini hanya tinggal menunggu waktunya saja untuk berlayar dengan indahnya.
Namun sayang, kapal ini akhirnya berlabuh kembali pada pelabuhan itu.
Non, bagaimana kabarmu ? Senang melihat senyummu siang tadi. Bahagia selalu
tutupnya sambil kembali membakar satu buah rokok.
Alak, 27 Maret 2022