Non, aku pulang.
Begitu mungkin kata-kata yang keluar saat aku tiba di bandara dan kau menjemputku bersama Langit. Mungkin.
Di Bandara selepas pesawat mendarat, saya selalu membayangkan hal-hal tersebut karena selalu mengubah rasa lelah karena berpergian menjadi rasa bahagia karena akhirnya rumah datang menjemputku untuk aku beristirahat.
Kemarin, di El Tari bayangan tersebut kembali muncul, meski aku tahu bukan kamu yang ada disana. Iya non, aku begitu rindu padamu.
Sudah hampir 3 hari berturut-turut kau hadir di mimpi. Dan mimpi itu hampir sama isinya. Pada hari pertama, aku melihatmu membawa koper dan pergi menjauh entah kemana, aku berusaha untuk mengejar namun entah di mimpi itu kaki aku tidak bisa aku gerakan, setiap melangkah pasti aku terjatuh dan terhalangi sesuatu. Hari kedua, kau berada di atas kapan dan melambaikan tangan padaku, engkau tersenyum begitu hebatnya sedang aku mencoba menaiki kapal tapi dihalangi oleh petugas pelabuhan. Dan malam ini, aku bermimpi kau mengucapkan begitu panjang kata perpisahan padaku, dan aku tidak bisa lagi menghubungimu. Non, apa kau tahu mengapa ?
Jujur, aku takut non.
Semoga Allah selalu mempertemukan kita bagaimanapun kehendakNya. Aamiin.
Non, hari ini aku akan berangkat kembali menuju Timor Tengah Selatan. Doakan aku yah. Semoga niat aku untuk belajar memaafkan diri sendiri segera tercapai dan aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi untukku dan untukmu.
Aku sentuh mukamu dan berkata
"Aku berangkat dulu non, kau tahu ini untukmu bukan? Sumba selalu menanti kedatangan kita."
Oesapa, 25 Maret 2022