Pagi Oesapa


Aku bermimpi malam tadi, namun aku langsung terbangun.

Percis seperti gambar itu katanya, dikala matahari terbenam dan dikala ia sedang memandangi lautan lepas, ada yang memanggilnya dari belakang.

Akan indah pada waktunya. Layaknya matahari yang akan beristirahat dipinggir laut ini.
Begitu perempuan itu menyapanya.

Kemudian ia membalikan badannya dan dilihatnya perempuan setengah malaikat yang lama tidak ia jumpai setelah ia beristirahat ditempat terakhirnya.

Katanya non, ia begitu bersinar memakai satu buah gamis putih dan kerudung putih pula, ia tersenyum dan setelah mereka saling tatap, ia mulai membuka tangannya tanda mempersilahkan untuk dipeluknya hangat.

Kesini. Semua akan indah pada waktunya.
Ucapnya,

Ia kemudian terbangun dan menangis. Ia bingung dengan apa yang dimaksudkan mimpi tersebut.

Sudah 2 kali aku sudah 2 kali.
Serunya sambil tersedu-sedu dan diusap oleh Ibunya yang ikut terbangun.

Ibunya hanya terdiam non dan tidak menanyakan apa-apa. Memang, ibunya sudah terbiasa dengan anaknya yang tiba-tiba terbangun dan menangis sejak dahulu.

Sewaktu kecil, ia pernah memiliki hal serupa namun yang ia takutkan adalah kematian yang menantinya. Beriringnya waktu ia menerima keadaan bahwa semua akan kembali kepadaNya. Jadi, sejak itu Ibunya terbiasa dan tidak pernah menanyakan apa yang sudah dialaminya malam itu.

Ibunya terdiam dan tidak bertanya apa-apa. Hanya mengusap-usap hingga akhirnya ia meninggalkan kamar untuk mengambil air wudhu.

Aku tidak kuasa melihatnya berkaca-kaca. Aku tidak tahu pula maksudnya apa.

Namun, jauh dilubuk hatinya ia tahu kesalahan apa yang ia buat hingga akhirnya kejadian tersebut menimpanya.

Setibanya aku di Pulau itu, aku akan mengunjunginya disana.

Seru ia pagi tadi.

Aku berangkat dulu, kau tahu ini untukmu bukan ? Bahagia selalu.
Lanjutnya.


Oesapa, 30 Marer 2022