Tertidur Saja


Dalam senyapnya ia berkata

aku akan berlari sekuat tenaga, demi diri sendiri

Iya, memang lebih baik seperti itu, berlarilah hingga lelah dan akhirnya tertidur dengan lelapnya. Bermimpilah ia dengan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkannya. Aku rasa ia lebih baik tertidur daripada terbangun dan harus berpura-pura bahwa semua berjalan dengan sesuai rencananya.

Begitu lelap ia tertidur hingga terkadang saat ia bangun masih saja merasa sedang ada di mimpi itu. Ia pernah bercerita kepadaku bahwa mimpinya memang sangat indah dan ia selalu merasa berada di atas Langit, dengan keadaan yang sekarang sedang ia jalani. Ia memiliki rumah yang sangat ia jaga dengan baik dan berusaha untuk tetap membahagiakan isi rumahnya.

Kau tahu non ? Siapa dia ?

Mungkin kini ia selalu merasa baik-baik saja, mungkin sekarang ia juga selalu tersenyum menjalankan aktivitasnya. Tanpa beban dan penuh dengan semangat mungkin karena ia sedang jatuh dalam mimpi tersebut. Namun ia juga sering berkata

Kapan aku bisa memaafkan diri ini?

Kau tahu non ? mengapa ia ingin memaafkan dirinya sendiri ?

Ia selalu tersenyum dan bahagia dilihat yang lainnya, namun non, ia membohongi dirinya sendiri. Aku tahu betapa hancurnya pribadinya, aku tahu pula betapa sedihnya ia saat harus menjalani hari-harinya dan menerima semua keadaanya.

Aku tahu betul ia masih terjatuh dalam mimpi yang selama ini ia rangkai.

dan aku tahu betul ia sedang menangis sore ini.



Lasiana, 26 Maret 2022