Menanti


Dalam hal perjalanan, kini saya ingin melangkah lebih jauh lagi, lebih berat lagi dan lebih sakit lagi. Untuk apa ? Tentu untuk saya belajar kembali mengetahui arti kehidupan. 

Dalam perjalanan yang sedang saya tempuh kali ini, saya melihat bahwa banyak keputusan yang harus diambil secara bijak dan hati-hati. Banyak pelajaran juga yang bisa saya ambil selama saya berjalan diatas kaki sendiri kini. Serta dalam perjalanan ini juga saya masih belum menemukan konsep bahagia itu sendiri.

Tepat hampir satu bulan kini saya merasa hampa dan merasa tidak punya tujuan. Rumah yang konon katanya sudah dibangun itu kini kembali hancur rata dengan tanah. Entah non, kehilangannya membuatku kini bisa belajar menerima semua keadaan dan berpasrah kepada apapun yang Allah berikan kepadaku sekarang.

Aku cukup tenang disini, karena disini semua keluarga kecilku berkumpul ditambah malaikat kecil yang selalu memberikan kehangatan dan tawa sesekali. Aku cukup tenang namun tidak dengan bahagia.

Aku bersyukur.

Non, katakanlah kau kini disampingku dan aku bertanya dua hal padamu.
Yang pertama, aku ingin melanjutkan studiku apakah mungkin aku masih bisa menggapai mimpi-mimpi itu?
yang kedua, ada satu keputusan yang membuatku bingung hingga kini dan itu berdampak pada pertanyaan yang pertama. Ingin kudiskusikan namun aku kini harus bisa melihatnya lebih detail seorang diri.

Tidak mudah untuk hidup dewasa, untuk hidup diatas kaki sendiri, untuk hidup menanggung mimpi kedua orang tua dan untuk hidup menyusun mimpi seorang diri.

Apa kabarmu ? Bagaimana harimu ? Bahagia selalu menyertaimu, aku tahu itu.

Oesapa, 10 April 2022