Langkah Awal 6

Kau tahu bu ? Bukan apa-apa aku tidak mengucapkan selamat hari raya, hanya saja aku tidak sanggup untuk melihat wajahnya hingga hari ini. Bayangan-bayangan akan kehilangan yang terus menghantui akan semakin kuat jika aku melihatnya. Rasa sakit itu selalu ada didalam hati ini meski tidak seorangpun mengetahuinya.

Aku tidak suka dengan keadaan yang sekarang. Aku tahu percis bu, aku tidak seharusnya berharap kepada manusia lain seperti ucapmu kala itu.

Bu, masihkah ada kesempatan aku untuk menahkodai kapal yang sedang aku bangun sejak kemarin ? Atau aku akan mengarungi derasnya lautan seorang diri dan berbekal doa darimu saja ? 

Bu, aku hilang harapan untuk kembali membangun pelabuhan itu, aku sungguh lelah berharap yang memang tidak ada hasilnya.

Bu, kini aku benar-benar merasa ditinggalkan oleh siapapun. Aku berusaha untuk membahagiakan diriku sendiri namun aku sudah kehilangan kebahagiaan sejak lama. Sudah kulakukan semua untuk aku merasa bahagia lagi, namun rasanya tidak seperti dahulu. 

Bandung memang begitu indah dengan cerita-cerita yang dibangun sejak aku berada disana untuk pertama kalinya. Air hujan yang turun saat melewati jalan layang kesukaanmu kini hanya menjadi air mataku di Kupang.

Bu, kini pagiku selalu menyebalkan karena kopinya sudah tinggal sedikit dan tidak ada kehadiran dirinya lagi. Lagu-lagu milik Tulus sudah tidak lagi mau aku dengarkan karena maknanya selalu benar dan menjadi kenyataan.

Bu, apakah sudah sepatutnya aku menghilang ?

Kau kan tahu bu, aku sudah siap menghilang sejak rasa sakit ini muncul pertama kalinya dan bodohnya aku mengulangi kesalahan yang sama yang kini membuatku percaya bahwa kebahagiaan itu fana.

ah, aku ingin menuntaskan semua hutangku di Bandung sana sebelum akhirnya betul-betul menghilang.

Non, terima kasih ternyata rasa sakit bisa membuatku lebih kuat.