Untuk Taman Bougenvile di Sore Hari


Kau tahu ? Ada seorang Pujangga yang kini berdiri terdiam di samping pohon asam yang tidak berbuah.


Entah, apa yang dilihatnya dan dirasakannya namun ia kini berbicara pada keheningan sore itu. Begini ucapnya:


Entah, seharusnya aku tidak merasakan apapun. Tapi mengapa seketika begitu menyakitkan ?


Ia kembali menatap Langit di atas sana. Bukan karena ia rindu dengan masa lalunya, hanya saja ia senang mengenang masa kecilnya yang membuat ia menjadi seperti sekarang ini.


Kau tahu ? Mungkin pukulan terberat ada pada tahap kehidupanku yang sekarang. Ditinggalkan ataupun meninggalkan adalah hal yang berlalu-lalang begitu saja. Namun tidak dengan yang ini.


Ada beberapa keputusan yang membuatku selalu menyesal, tapi kau tahu ? Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita bahkan untukku yang begitu jauh dengan Nya.


Ah, Bunga itu terlalu indah untukku petik dan menjadikannya miliku, sejak lama aku selalu memandanginya dan terkagum-kagum dengannya. Namun, aku tidak berani memetiknya, entah kenapa ia begitu anggun untukku, ia begitu indah untukku miliki seorang, ya walaupun akhirnya ada yang memetiknya dan menjadikan miliknya seorang.


Kini, aku hanya bisa melihat tangkainya saja, tangkai berduri itu yang menjadikannya luka-luka saat aku kembali memegangnya. Mengingatkanku akan luka yang aku berikan saat itu dan kini.


Kau tahu ? Kini Taman Bunga Bougenvile hanyalah menjadi serpihan kenangan dimana kita pernah berjalan bersama kembali untuk terakhir kalinya juga senja di atas Gunung Batu menjadi tulisan yang begitu indah untukku tulis hingga aku tidak bisa menuliskannya.


Berbahagialah seperti saat kau menaiki wahana di Ancol.

Tersenyumlah seperti saat kau berjalan di pinggir jalan Malioboro.


Kau telah dipetik dengan begitu indahnya dan kini aku akan kembali memandangi tangkai yang berduri itu agar aku tahu betul, bahwa hidup memang bisa sangat bahagia meskipun kita terluka begitu dalamnya.


dan aku yakin, suatu saat kelak akan ada bahagia yang menghampiriku selayaknya doamu yang telah di jawab oleh yang Maha Membolak balikan keadaan.


Haha, ada apa denganku ? Sudah tahu ia sudah masa bodoh.




Oesapa, 18 Juni 2022