Monolog 1


Sayang, 

Setiap orang punya caranya masing-masing untuk hidup
Untuk merasakan bahagia, 
Untuk merasakan sedih,
Untuk merasakan lelah,
Untuk merasakan menyerah.

Setiap orang pun punya caranya masing-masing untuk melampiaskannya;


Terkadang sayang, tidak jarang juga aku ingin melepas semuanya,

untuk kembali pulang ke samping pelukan orang tersayang


Iya, Tuhan itu baik.

Meskipun denganku yang begitu jauh dengannya.

Ada rencanaNya untuk membuat makhluk ciptaannya bahagia.

Ada caraNya untuk menggapai mimpinya

Ada harapaNya untuk ujian yang diberikan


Namun, jika boleh aku ingin  bisa melihat jadi apa aku didepan nanti?

Apakah aku berhasil menyelesaikan apa-apa yang telah disiapkan-Nya.

Atau boleh jika diakhiri sedini mungkin jika itu jalan yang ditentukan, kenapa ?

Sayang, 

Gie pernah menulis; Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda


Umurku menjelang 25 Tahun sekarang,

Namun, langkahku terasa pendek dan sempit.

Apa aku yang terlambat memulai semuanya ? 

Atau memang seperti ini seharusnya ?

Apa memang benar seper-empat abad hidup adalah ujian bagi setiap manusia?


Bagiku hanya satu yang jelas; hari kemarin.


Tapi aku senang melihat lampu-lampu menyala di jalan TB. Simatupang.

Flyover sebelum persimpangan Fatmawati adalah favoritku, 

Dengan angin malamnya, dan suara khas vespanya Brownie yang mungkin tertawa karena bebas dari kemacetan.

Tidak jarang aku menepuk dadaku selama berada di Flyover itu dan berkata; Hebat, kamu hebat, terima kasih yah sudah melangkah sejauh ini, meskipun lambat prosesnya tapi kamu tetap bertahan, meskipun tidak seberapa, kamu memberikan yang terbaik, meskipun lelah, kamu besok harus tetap bangun pagi dan meskipun sepi, kamu berusaha untuk tetap hangat.

Jangan ditanya jika turun hujan disana, terlalu nikmat menangis karena tidak ada yang memerhatikan begitu pula dengan air mata yang tersapu air hujan. 


Tapi, hidup bukan sebuah kompetisi katanya, semua punya waktunya masing-masing untuk memulai dan diakhiri. 

Namun mengapa langkahnya begitu sempit dan panjang ?


Jakarta, 9 Juli 2023